HALOJABAR.CO – Rekaman sebuah kamera CCTV menunjukkan peristiwa tabrak lari dari seorang pengendara motor viral setelah diunggah ke media sosial dan grup WhatsApp di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pada rekaman tersebut tampak seorang pelajar SMP di KBB jadi korban tabrak lari oleh seorang pengendara sepeda motor. Peristiwa tabrak lari ini terjadi di Jalan Raya Cipatik, Kampung Bunisari, RT 02/RW 06, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB.
Kejadian tabrak lari itu terlihat jelas dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial. Terlihat dengan jelas bagaimana tubuh bocah laki-laki itu terpental saat sepeda motor menabraknya dengan kecepatan cukup tinggi.
BACA JUGA: Viral Begal Motor Babak Belur Dihakimi Warga saat Tepergok Beraksi di Parongpong KBB
Tubuh bocah SMP itu seketika menghantam lagi ke permukaan jalan aspal dengan posisi di tengah jalan. Dia tampak tidak bisa bangkit sampai akhirnya ditolong oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara pemotor yang menabraknya justru malah kabur. Di dalam rekaman CCTV itu juga terlihat ada angkutan kota (angkot) yang berusaha mengejar pengendara motor yang kabur setelah menabrak bocah SMP itu.
“Keterangan saksi di tempat kejadian menerangkan bahwa sepeda motor datang dari arah Cihampelas menuju ke arah Cipatik. Lalu saat tiba di TKP menabrak seorang penyeberang jalan,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi, Ipda Bayi Subakti saat dikonfirmasi, Kamis 24 Oktober 2024.
Dikarenakan terhantam cukup keras oleh sepeda motor tersebut, korban mengalami luka lalu di bawa ke RS Kharisma Cimareme untuk mendapatkan penanganan medis.
Beruntung hasil pemeriksaan, dinyatakan tidak ada tindakan medis selanjutnya oleh rumah sakit karena korban hanya mengalami luka. Lalu korban langsung dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya.
Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut namun korban tidak membuat laporan secara resmi. Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengecek CCTV. “Kita masih menyelidiki kasus tabrak lari tersebut dari rekaman CCTV,” ujarnya.***







