HALOJABAR.CO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan tes terhadap anggur yang ada di pasaran.
Hal itu dilakukan sebagai antisipasi dengan munculnya kasus penemuan zat berbahaya pada anggur Shine Muscat yang merupakan impor dari Tiongkok. Sehingga membuat sejumlah negara khawatir dengan keamanan konsumsi buah tersebut.
“Kami sudah cek di antaranya tiga ritel yakni Lotte Mart tidak ada stok (kosong), Yogya Junction, dan mengambil sampel di Pasar Tagog Padalarang,” kata Kepala DKPP KBB, Lukmanul Hakim, Kamis 31 Oktober 2024.
BACA JUGA: Debat Pilkada KBB 2024: Gambarnya Hilang saat Jawab Pertanyaan, Hengki Kurniawan Mengaku Dirugikan
Lukman mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kualitas buah anggur yang ada di pasaran supaya aman dikonsumsi warga.
Pada kesempatan tersebut pihaknya langsung melakukan tes terhadap sampel buah yang diambil dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan zat berbahaya.
Setelah dilakukan pengujian ternyata di semua yang diambil sampelnya tersebut tidak mengandung pestisida jadi negatif. “Di semua lokasi toko ritel besar dan pasar yang kami jadikan sampel pengetesan, ternyata negatif residu pestisida,” terangnya.
Dikatakannya, DKPP sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman.
BACA JUGA: Pemda KBB Optimistis Target Pajak Tercapai, Triwulan Tiga Sudah 83 Persen
Itu merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan kemudian ditindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021.
“Makanan yang kita awasi termasuk diregistrasikan adalah pangan segar asal tumbuhan. Adapun pangan segar hewan itu hanya ayam saja yang dijamin keamanannya,” imbuhnya.
Lukman mengimbau, masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu buah-buahan yang hendak dikonsumsi dan hendaknya selalu menjaga kebersihan buah sebelum dikonsumsi.
“Masyarakat harus teliti dan diimbau sebelum melakukan pembelian melihat label yang ada pada produk buah itu,” pungkasnya.***







