Rumah Tersambar Petir di Sukawening KBB, Dua Anak Kakak Beradik Alami Luka Bakar

Anak Tersambar Petir KBB
Ilustrasi petir. (Pixabay/ronomore)

HALOJABAR.CO – Dua orang anak yang merupakan kakak adik di Kampung Sukaweing, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Noval Al-Qodri (10) dan Alina Faiza (6) harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka bakar akibat tersambar petir.

Luka yang dialami kedua anak tersebut akibat tersambar petir yang menyambar rumah mereka di Kampung Sukawening RT 01/05, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, KBB, pada Jumat 28 Februari 2025 sore.

“Luka itu akibat kedua anak saya tersambar petir,” kata orang tua kedua anak tersebut, Gopur (47), Senin 10 Maret 2025.

Akibat peristiwa tersebut hingga kini kedua anak Gofur masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung dengan ditanggung BPJS Kesehatan.

Gofur menerangkan, saat kejadian petir menyambar bagian dapur rumahnya hingga tembus ke dalam rumah. Tidak hanya sekadar merusak atap rumah, tapi juga tembus ke lantai.

BACA JUGA: BPBD Jabar Ingatkan Masyarakat Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Pada saat itu di dapur ada Noval, Alina, dan Nia Parida istri Gopur. Noval dan Alina baru selesai makan, sementara istrinya tengah mencuci daging ayam. Kedua anaknya tersambar petir langsung, sementara istri selamat.

“Awalnya petir sempat menyambar pohon kelapa, sebelum akhirnya menghantam asbes dapur dan tembus ke dalam rumah,” ucapnya.

Dikarenakan terkena sambaran petir langsung, kedua anaknya langsung terkapar dengan luka bakar hampir di sekujur tubuhnya. Kondisinya cukup memprihatinkan, karena badan, kaki dan tangannya harus dibalut perban.

“Noval dan Alina mengalami luka bakar di hampir sekujur tubuhnya. Paling parah anak bungsu saya, Alina sampai harus cuci darah,” kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli harian lepas di toko sembako ini.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit belum ada bantuan dari Pemda KBB. Gofur pun harus berjuang sendiri karena selama anaknya dirawat, penghasilannya terganggu. Bahkan pengeluarannya bertambah karena harus mengeluarkan ongkos dari Cipeundeuy ke RSHS.

“Kalau bantuan belum ada tapi alhamdulillah biaya pengobatan ditanggung penuh BPJS Kesehatan,” tandasnya yang berharap anak-anaknya bisa segera sembuh.***