HALOJABAR.CO – Kemacetan parah menyergap kawasan di depan kantor Samsat Cimareme, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 8 April 2025 pagi hingga siang.
Kondisi itu dikarenakan membludaknya kendaraan, baik yang sedang mengantre sejak dini hari untuk mengikuti program penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor, hingga kendaraan yang hendak melintas.
Akibatnya kemacetan parah tidak bisa dihindarkan karena kendaraan dari dua arah tidak bisa bergerak. Ekor kemacetan telah mencapai simpang Padalarang. Sedangkan dari arah sebaliknya mengular hingga batas Kota Cimahi.
Imbas dari kemacetan ini pun berdampak kepada kendaraan di pertigaan simpang Cimareme. Kemacetan terjadi hingga ke arah Jalan Raya Batujajar karena kendaraan tidak bisa bergerak.
Hal itu diperparah karena kendaraan yang didominasi mayoritas sepeda motor mengular dari halaman kantor Samsat hingga jalan raya sehingga menghambat laju arus lalu lintas. Sebagian lainnya terpaksa parkir di bahu jalan utama yang membuat laju kendaraan jadi tersendat.
Banyak karyawan pabrik yang harus turun dari angkutan umum dan memilih jalan kaki menuju tempat kerjanya. Sementara pegawai lainnya tampak pasrah ketika harus terlambat masuk kantor karena terjebak kemacetan.
“Saya biasa ke kantor dari rumah di Ciampel ke Cimareme sekitar 10 menit, ini sudah 45 menit gak nyampe. Ya pasrah saja, ini udah telat ngantor,” kata salah seorang karyawan swasta, Dina (46), Selasa 8 April 2025.
BACA JUGA: Program Pemutihan Disambut Positif, Sabtu dan Minggu Samsat Tetap Beroperasi
Adapun membludaknya pendaftaran ke Samsat Cimareme pasca Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan untuk menghapus seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.
Masyarakat berharap Samsat Cimareme melakukan pengaturan pendaftaran bagi para wajib pajak kendaraan agar tak mengganggu lalu lintas di Jalan Cimareme.
“Mestinya sudah bisa diprediksi bahwa antusiasme warga bakal tinggi. Jadi buat pengaturan agar tertib jadi gak ganggu pengguna jalan,” lanjutnya.
Salah seorang warga yang hendak ikut program penghapusan pajak kendaraan bermotor, Hendi (27) mengaku kecewa lantaran tak bisa ikut program tersebut hari ini. Pasalnya, pihak Samsat telah menutup pendaftaran karena kuota pendaftaran telah melebihi kapasitas.
“Tadi udah antre sejak jam 6 pagi. Pas sampai sini kuota penuh, saya suruh datang lagi besok. Padahal sudah menunggu 3 jam,” jelas dia.
Hendi berharap Samsat Bandung Barat memberlakukan skema pendaftaran terjadwal supaya masyarakat bisa tertib dan tak kecewa gagal mendapat layanan. Misalnya, diberlakukan daftar antrian online, jadi yang bisa datang ke sini hanya mereka yang sudah daftar online jadi tak membludak sekaligus.







