Dulu Sering Dipakai Petugas PKH Sosialisasi, Kini Rumah Singgah di KBB Terbengkalai

Rumah Singgah Terbengkalai
Kantor UPT Panti Persinggahan/Rumah Singgah di Kecamatan Cipatat, KBB, yang kondisinya terbengkalai dan tidak bisa dipergunakan akibat minim anggaran pemeliharaan. (Foto: Istimewa)

HALOJABAR.CO – Kantor UPT Panti Persinggahan atau Rumah Singgah yang dulu sering dipergunakan petugas PKH sosialisasi kondisinya kini terbengkalai dan mengenaskan.

Rumah singgah yang berlokasi di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu bahkan terbengkalai dan nyaris sudah tidak pernah dipergunakan lagi.

Kondisi itu terlihat dari bangunannya yang sudah berlumut, sejumlah kaca jendela pecah, atap yang bocor hingga toilet yang kotor. Aula kantor juga sudah banyak dipenuhi rumput dan sampah berserakan dimana-mana.

“Iya kondisinya sudah tidak pernah dipergunakan sejak lama,” kata Kepala Sub Bagian Unit Pelaksana Teknis (Kasubag UPT) Panti Persinggahan Cipatat, Sutarya belum lama ini.

Dikatakannya Panti Persinggahan itu cukup dibutuhkan warga lantaran merupakan shelter sementara bagi mereka yang terkena musibah atau sebagai tempat peristirahatan.

Ketika masih terawat, tempat itu sering dipakai kegiatan sosialisasi oleh para petugas PKH untuk membantu warga atau kegiatan sosial lainnya. Sementara sekarang sudah tidak pernah dipakai karena kondisinya tidak terawat.

BACA JUGA: Bangunan Bersejarah di Cihanjuang Dibongkar, Pemkot Cimahi Diminta Hati-hati

“Disayangkan memang karena manfaatnya ada buat masyarakat. Kalau tugas saya tetap dikerjakan ketika ada pengaduan dengan jemput bola,” ujarnya.

Menurutnya, selama hampir tiga tahun lebih keberadaan rumah singgah itu tidak pernah mendapat perawatan maupun renovasi akibat keterbatasan anggaran.

Pihaknya sudah beberapa kali melaporkan kondisi rumah singgah itu kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat agar segera dilakukan perbaikan.

Rumah singgah itu pun sempat ditinjau langsung Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat. Namun sayangnya, rumah singgah itu hingga kini tak kunjung diperbaiki.

“Saya sudah laporkan kondisinya, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” imbuhnya seraya berharap Pemda KBB segera melakukan perbaikan agar segera bisa dimanfaatkan kembali.***