SPMB Kota Cimahi: Terkendala Daftar Online, Orang Tua Siswa Datangi Sekolah untuk Konsultasi

SPMB Pemprov Jabar
Ilustrasi, Khawatir anaknya tidak bisa daftar secara online, orang tua siswa datangi sekolah untuk meminta bantuan dalam proses pendaftaran siswa baru di SMAN 3 Cimahi. (Adi Haryanto/HALOJABAR.CO)

HALOJABAR.CO – Sejumlah orang tua siswa masih kebingungan dalam mengikuti pelaksanaan Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK di Kota Cimahi.

Sehingga mereka terpaksa datang ke sekolah yang dituju untuk konsultasi dan meminta bantuan terkait SPMB yang sudah dimulai secara serentak sejak Selasa 10 Juni 2025.

Seperti yang dirasakan oleh Kokom Komalasari, warga Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dirinya sudah dua hari ini bolak-balik ke SMK Negeri 3 Kota Cimahi untuk mendaftarkan anaknya.

“Sudah coba daftar sendiri di rumah tapi gagal dan error. Jadi datang ke sekolah buat minta bantuan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu 11 Juni 2025.

Menurutnya, sistem pendaftaran secara online yang diharapkan bisa lebih efektif dan efisien, justru menjadi kesulitan tersendiri bagi orangtua seperti dirinya yang tak terlalu mengerti teknologi.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Bakal Proses Pidana Pelaku Pungli SPMB

Belum lagi informasinya kalau registrasi lebih gampang menggunakan laptop. Sementara dirinya di rumah tidak punya dan mungkin banyak juga yang tidak punya laptop sendiri sehingga harus minta bantuan sekolah.

“Namanya juga orangtua, paling bisa cuma nge-WA sama telepon, bingung kalau harus daftar online,” tuturnya.

Ketua Pelaksana SPMB SMKN 3 Cimahi, Wiwik Wahyuni mengatakan dua hari pelaksanaan SPMB, diakuinya terjadi kendala pada sistem pendaftaran.

Diakuinya selama dua hari dilaksanakan, banyak orangtua calon siswa baru yang datang ke sekolah untuk berkonsultasi mengenai tata cara pendaftaran hingga meminta bantuan saat mendaftar.

Sejauh ini memang ada kendala, tidak hanya di sistem saja, karena memang sistemnya belum stabil. Kemudian daya dukung server di sekolah juga dan sekarang sedang dalam tahap perbaikan.

“Sebenarnya sosialisasi udah cuma mungkin karena kekhawatiran orangtua takutnya tidak bisa daftar secara online maka banyak yang ke sekolah,” tandasnya.***