HALOJABAR.CO – Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi tantangan serius terkait gizi masyarakat.
Data tahun 2024 menunjukkan konsumsi ikan warga KBB hanya 36,18 kilogram/kapita/tahun, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat (46,61 kg) dan nasional (62,5 kg).
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kekurangan nutrisi penting seperti omega-3 dan vitamin D, serta peningkatan risiko penyakit kronis.
Menyikapi hal ini, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB bersama pemerintah pusat menggencarkan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Kegiatan ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV, Rajiv, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bupati Bandung Barat, serta jajaran Forkopimda.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, berharap Safari Gemarikan menjadi agenda rutin tahunan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan agar angka konsumsi ikan di Bandung Barat bisa terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi warga KBB,” kata Jeje di Cipatat.
Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, menjelaskan bahwa rendahnya konsumsi ikan menjadi dasar pelaksanaan Gemarikan.
“Kandungan dalam ikan terdapat Omega-3, EPA, dan DHA yang diperlukan oleh perkembangan otak. Jadi sejak dini anak-anak sangat disarankan mengkonsumsi ikan agar menjadi lebih sehat, cerdas dan kuat,” jelasnya.
Wiwin menambahkan, peningkatan konsumsi ikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi stunting pada anak.
“Gemarikan merupakan wujud nyata dan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kepada masyarakat dalam memastikan peningkatan konsumsi ikan untuk mendukung proses percepatan penurunan stunting,” pungkasnya. advetorial







