HALOJABAR.CO – Kota Bandung sukses menjadi tuan rumah Konvensi Lions Indonesia ke-50 yang berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 1.250 peserta dari hampir 300 klub Lions se-Indonesia. Agenda nasional ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ajang memperkuat pelayanan kemanusiaan lintas daerah sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi Kota Bandung.
Council Chairman (CC) Multidistrik 307 Indonesia, Yahya Yastputera, menjelaskan bahwa konvensi ini merupakan forum tertinggi untuk menentukan arah kepemimpinan. Beliau juga menekankan pentingnya strategi pertumbuhan organisasi melalui program Mission 1.5 yang dibahas bersama International Director.
”Masa jabatan seluruh pimpinan hanya berlangsung selama satu tahun. Kami berharap di akhir Juni nanti, semua distrik mencapai target 100% dengan status klub dalam kondisi baik (good condition),” ujar Yahya.

Sementara itu, District Governor (DG) Lianawati Tjokrohartono menegaskan komitmen organisasi terhadap nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan gender dalam tubuh Lions Club. Menurutnya, setiap anggota memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi di level tertinggi.
”Di Lions Club semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin dan melayani masyarakat. Kami tidak membedakan agama, ras, maupun afiliasi politik dalam menjalankan kegiatan sosial,” tegas Lianawati pada Sabtu (9/5/2026).

Ketua Pelaksana Konvensi, Toni Suparman, menyoroti suksesnya penyelenggaraan tahun ini yang mencatatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Lions Indonesia. Ia juga melihat adanya korelasi positif antara kegiatan organisasi dengan denyut ekonomi lokal di Jawa Barat.
”Lions Club bukan bagian dari pemerintah, melainkan organisasi sosial mandiri yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Toni, seraya menambahkan bahwa Kota Pekanbaru akan menjadi tuan rumah konvensi tahun depan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Konvensi Multidistrik, Felix Hady Marthadiantara, mengungkapkan bahwa konvensi emas ini dirancang berbeda dengan menghadirkan tema budaya yang berganti setiap hari untuk memberikan pengalaman unik bagi para relawan.







