HALOJABAR.CO – Komoditas perkebunan Kabupaten Bandung Barat kembali mencetak sejarah membanggakan.
Produk unggulan daerah, Java Halu Coffee, secara resmi diberangkatkan menuju pasar internasional dengan sasaran luas hingga ke empat benua.
Pencapaian ini memiliki makna strategis khusus, mengingat salah satu tujuannya adalah Vietnam, negara yang dikenal menerapkan standar dan regulasi impor kopi paling ketat di kawasan.
Keberhasilan menembus pasar tersebut menegaskan bahwa kualitas biji kopi hasil olahan petani lokal kini setara dan mampu bersaing dengan produk kelas dunia.
Upacara pelepasan ekspor berlangsung khidmat di Lobby Gedung Bupati Bandung Barat, Senin (20/7/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail.
Momen ini bukan sekadar seremonial pengiriman barang, melainkan penanda titik balik bagi industri kopi daerah yang kian matang dan berdaya saing.
Kepercayaan pasar global, khususnya Vietnam yang terkenal selektif, menjadi bukti nyata bahwa perbaikan mutu dan standarisasi yang digalakkan selama ini telah membuahkan hasil yang memuaskan.
Dalam keterangannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, para petani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen meningkatkan hulu hingga hilir produksi.
Ia menilai ekspor ini sebagai kebanggaan daerah sekaligus pintu gerbang baru untuk meningkatkan taraf hidup petani yang menjadi tulang punggung sektor ini.
“Java Halu Coffee yang diterima di pasar Vietnam adalah bukti sahih produk kita memenuhi standar mutu internasional. Ini mengukuhkan posisi Bandung Barat sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas di Indonesia,” ujarnya.
“Pemerintah tidak akan berhenti di sini, kami terus berkomitmen memperkuat ekosistem industri kopi mulai dari penanaman, pengolahan, hingga perluasan akses pasar dan kemitraan strategis,” ucapnya.
Langkah strategis tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas di masa depan, mendorong semakin banyak produk unggulan daerah lain yang mampu bersaing di panggung global, serta menjamin kesejahteraan petani tetap terjaga dan meningkat. Diskominfotik





