“Psikologi tidak berdiri di ruang hampa. Ia bersentuhan langsung dengan dinamika sosial, sistem keamanan, hingga pengambilan keputusan strategis. Ketika psikologi dipadukan dengan disiplin lain, hasilnya bukan hanya pemahaman yang lebih utuh, tetapi juga solusi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Billy juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas riset dan praktik profesional di Indonesia. Menurutnya, forum seperti ini membuka ruang pertukaran perspektif yang sangat berharga.
“Melalui konferensi internasional, kita belajar dari pengalaman negara lain, sekaligus memperkenalkan konteks Indonesia kepada dunia. Ini penting agar praktik psikologi di Indonesia terus berkembang, adaptif terhadap tantangan global, namun tetap berpijak pada realitas sosial dan budaya lokal,” katanya.
Lebih jauh, Billy menilai keterlibatan praktisi dalam forum akademik internasional menjadi jembatan antara teori dan implementasi. Ia menegaskan bahwa hasil riset seharusnya tidak berhenti di ruang konferensi atau jurnal ilmiah semata.
“Yang terpenting adalah bagaimana hasil diskusi dan riset ini dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan intervensi nyata. Psikologi harus hadir sebagai ilmu yang berdampak, bukan hanya sebagai wacana,” tegasnya.
Konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi akademik dan profesional di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi antara Universitas Pertahanan Nasional Malaysia dan Asosiasi DKLPT diharapkan mampu menjadi model kerja sama lintas institusi dalam mendorong riset multidisipliner yang relevan dengan kebutuhan global.
Penyelenggara berharap The First International Conference on Multidisciplinary Research dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mempertemukan pemikir, peneliti, dan praktisi dari berbagai latar belakang.
Forum ini diharapkan tidak hanya melahirkan gagasan inovatif, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama internasional serta memperkuat peran kawasan Asia Tenggara dalam peta riset global.***







