DP2KBP3A KBB Terima Laporan 12 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Ini Rinciannya

Perkosaan Anak Ayah Tiri
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. (Pixabay/Alexas_Fotos)

HALOJABAR.CO – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB mencatat hingga bulan Maret 2025, sudah ada 12 kasus yang di laporankan.

“Sampai tanggal 10 Maret 2025, tercatat ada sebanyak 12 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Rinciannya 8 kasus kekerasan anak dan 4 kasus kekerasan perempuan,” kata Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DP2KBP3A KBB, Rini Haryani, Selasa 11 Maret 2025.

Rini menyebutkan, 12 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Bandung Barat. Seperti Kecamatan Padalarang, Lembang, Sindangkerta, Cipongkor dan beberapa kecamatan lainnya.

BACA JUGA: Kekerasan Perempuan dan Anak di KBB Terus Naik, Tahun Ini Sudah Ada Laporan 65 Kasus

Semua kasus tersebut semuanya tengah ditangani oleh pihak kepolisian dan berlanjut secara hukum. Yang paling mendominasi adalah pelecehan seksual dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Adapun pihaknya menyediakan layanan pendampingan dan telah melakukan home visit kepada para korban kasus kekerasan anak dan perempuan. Yakni melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah.

“Kasus di KBB menyebar ada di wilayah utara, tengah, selatan, dan barat. Jadi kami akan melakukan home visit ke para korban dalam penanganannya,” ujar Rini.

Pihaknya juga telah berkordinasi bersama semua lintas sektor termasuk dengan masyarakat dan meningkatkan layanan hotline untuk mengantisipasi kejadian kekerasan anak dan perempuan.

“Kami juga gencar melakukan sosialisasi dan upaya antisipasi melalui tindakan preventif, agar kasus ini tidak jadi fenomena gunung es,” pungkasnya.***