Hari Jadi ke-80 Jabar, Pendidikan Konsep Gapura Panca Waluya Bentuk Karakter Siswa

dana operasional gubernur
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Humas Jabar)

“Kegiatan ini kami desain dengan baik jadi bukan kegiatan sporadis tapi terstruktur, sistemik, dan masif dengan desain standar kompetensi lulusan, yaitu anak yang cageur, bageur, bener, pinter, singer, yang disebut generasi Panca Waluya,” tuturnya.

Herman optimistis, pendidikan karakter yang diberikan selama 21 hari ini akan berdampak pada anak yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan, baik di pemerintahan, profesi, dunia usaha, hingga pertanian.

“Pendidikan ini tak lama hanya 21 hari ini hanyalah stimulus kecil dan sederhana, tapi kami yakin bisa berdampak pada anak menjadi pemimpin masa depan baik di pemerintahan, profesi, dunia usaha, pertanian dan lain sebagainya” ujarnya.

Mengapresiasi

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia mengapresiasi program Bela Negara bagi siswa sekolah yang digagas Pemdaprov Jabar.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, menilai program Bela Negara langkah sangat gemilang karena mampu menyalurkan potensi setiap anak yang sebelumnya sulit berkembang karena kondisi lingkungan dan keluarga.

“Sampai saat ini saya menyimpulkan bahwa ini adalah satu langkah yang sangat gemilang,” ujar Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.

Menurutnya, program Bela Negara menyalurkan potensi setiap anak yang pada dasarnya kreatif, energik penuh dengan dinamika, tapi karena lingkungan tidak kondusif akhirnya menyimpang.

Ia mengingatkan, pendidikan formal dan informal dalam keluarga perlu dilengkapi dengan pendidikan non formal. Bela Negara di Dodik Rindam III/Siliwangi Cikole Lembang, jadi salah satu alternatif.***