HKG ke-53, PKK Jabar Perkuat Peran Kader Wujudkan Jabar Istimewa

HKG PKK

Kegiatan lainnya meliputi bakti sosial bersama Lions Club dan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak (APSAI) di Pangandaran, serta peresmian Jembatan Gantung Cimeta yang menghubungkan sejumlah desa di Kabupaten Bandung Barat.

TP PKK Jawa Barat juga aktif berpartisipasi dalam berbagai program unggulan Pemda Provinsi Jawa Barat, seperti Gerakan Nyaah ka Indung, Abdi Nagri Nganjang ka Warga, dan Gapura Sri Baduga.

Selain itu, pengurus Pokja I hingga IV juga melaksanakan berbagai program secara simultan, termasuk mendukung kegiatan TP PKK Pusat baik di tingkat daerah maupun nasional.

BACA JUGA: KDM Maksimalkan Peran Kader PKK dan Aparat Desa Atasi Stunting

“Ini belum termasuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pengurus kelompok kerja (Pokja), mulai Pokja I sampai IV. Kami juga secara simultan berpartisipasi dalam kegiatan TP PKK Pusat, baik yang dilaksanakan di Jawa Barat maupun nasional,” ujarnya.

Penghargaan Adhi Bhakti PKK

Momentum HKG ke-53 juga menjadi ajang penganugerahan Adhi Bhakti PKK bagi kader yang telah menunjukkan dedikasi panjang terhadap gerakan PKK.

Penghargaan tersebut dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu utama untuk masa pengabdian 25 tahun, madya untuk 15 tahun, dan pratama untuk 10 tahun.

Dari 151 nama yang diusulkan, sebanyak 150 kader ditetapkan sebagai penerima penghargaan, dengan 11 di antaranya memperoleh penghargaan bergengsi berupa pin emas.

“Kami mengusulkan 51 orang untuk kategori umum, 75 orang kategori madya, dan 25 lategori pratama. Alhamdulillah dari usulan tersebut hampir seluruhnya mendapat persetujuan. Hanya satu orang gugur, sehingga total penerima penghargaan dari Jawa Barat sebanyak 150 orang. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya mendapat anugrah pin emas,” katanya

Sebanyak delapan penerima pin emas disematkan langsung pada puncak peringatan HKG di Sabuga, sementara tiga lainnya telah menerima penghargaan pada Rapat Kerja Nasional PKK di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Juli 2025 lalu.

Para penerima pin emas tersebut antara lain Khodijah dari Kabupaten Kuningan yang telah mengabdi selama 50 tahun, Titin Sumarni dari Kota Sukabumi, Atih dan Euis Tuti Supriyati dari Kota Bandung, Murni Murtini dari Kabupaten Bandung Barat, Sri Rejeki Indriastuti dari Kota Cimahi, Sumaryatun dari Kota Bekasi, serta Wildawati dari Kota Bandung.***