Jawa Barat Puncaki IMTI 2025: Bukti Nyata Pariwisata Ramah Muslim yang Kian Mendunia

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Iendra Sofyan

“Program ini merupakan program pemeringkatan tingkat provinsi pertama di Indonesia dalam penerapan instrumen Pariwisata Ramah Muslim. Dukungan ekosistem halal yang terintegrasi tak lepas dari peran sektor-sektor terkait,” ucap Iendra.

“Kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Telkom University, misalnya, telah melahirkan HalalBot, Chatbot berbasis Deep Learning yang membantu wisatawan Muslim merencanakan perjalanan yang aman dan nyaman, menunjukkan dukungan digitalisasi,” sambungnya.

Selain itu, komitmen terhadap jaminan produk juga terlihat jelas dimana Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia yakni mencapai 1,3 juta produk, yang secara langsung mendukung sektor UMKM/Koperasi dan perdagangan.

Meskipun kriteria akses (konektivitas dan infrastruktur jalan) masih berada di peringkat 10, Jawa Barat memiliki infrastruktur yang solid, dan peningkatan accessibilitas yang telah diidentifikasi sebagai area strategis untuk mendorong potensi pariwisata lebih jauh.

“Prestasi ini tidak lepas dari sinergi pemerintah, akademisi, pelaku industri pariwisata, media serta masyarakat Jawa Barat. Tim Disparbud dan EHTC mulai mematangkan konsep pariwisata ramah muslim di 2024 dan membawakan hasil maksimal hari ini,” ungkap Iendra.

Dengan peningkatan ranking IMTI 2025 ini, Iendra menginginkan agar posisi Jawa Barat sebagai destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia semakin kuat dan terus meningkatkan kenyamanan, kemudahan dan jaminan layanan sesuai prinsip pariwisata ramah muslim.

“Hal ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memupuk sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan citra positif Jawa Barat,” pungkasnya.