Kasus LGBT Meningkat, DPRD Kota Bekasi Minta Pemkot Keluarkan Aturan Tegas

LGBT Kota Bekasi
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Fendaby Surya Putra.

HALOJABAR.CO – Berdasarkan kajian internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, terdapat lonjakan kasus LGBT, dari 544 orang pada tahun 2023 menjadi sekitar 5.632 orang pada periode 2024 yang dilaporkan sebagai bagian dari komunitas LGBT.

Bahkan, di tahun 2025 ini, sebuah survey yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita, menyebut angka 6.176 orang di Kota Bekasi yang mengaku sebagai “penyintas LGBT” hingga 2025.

Menyikapi lonjakatan fenomena LGBT ini, DPRD Kota Bekasi minta Pemerintah Kota (Pemkot) hadirkan peraturan daerah (perda) khusus menangani Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT).

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Fendaby Surya Putra mengatakan tanpa aturan tegas, perilaku menyimpang dapat berpotensi berdampak buruk bagi generasi muda.

“Dibutuhkan aturan yang bertujuan mencegah penyebaran pada LGBT oleh karena itu kami meminta kepada DPRD Kota Bekasi, ini juga Pemkot Bekasi dapat mendorong lahirnya aturan perda terkait masalah ini,” Fendaby menegaskan.

BACA JUGA: Pemkot Bekasi Dukung Pelestrian Budaya Melalui Pentas Seni Budaya TTKKBI

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini menjelaskan kasus akibat hubungan sesama jenis tidak boleh dianggap sepele. Sebab menurutnya hal itu justru meresahkan dan mampu merusak nilai sosial serta budaya lokal.

“Mudah-mudahan ini jadi prioritas DPRD dan Pemkot Bekasi,” jelasnya.

Selain mendorong perda khusus, Fendaby menuturkan sebagian solusi melakukan pencegahan ialah dengan memperkuat nilai-nilai agama terhadap anak dan keluarga.

“Keluarga adalah benteng utama, dengan memberikan nilai-nilai agama dalammya dan juga memberikan kasih sayang kepada keluarga anggota keluarga kita agar terhindar dari penyakit yang merusak diri kita,” dirinya menambahkan.

Berbagai pihak memang mengemukakan sejumlah faktor yang diduga mendorong peningkatan kasus atau visibilitas LGBT di Kota Bekasi seperti faktor ekonomi, Disharmoni keluarga, lingkungan sekitar, media dan gaya hidup.

Oleh karena itu, Fendaby berharap Pemkot Bekasi mampu menciptakan banyak program positif yang membantu para anak muda dalam berkreasi dan berkembang.

“Seluruhnya masyarakat Kota Bekasi khsusunya orang tua, mari sama-sama kita menberikan perhatian, mendampingi keluarga kita,” tutupnya.***