Terbaru banjir dan lumpur melanda puluhan pemukiman, pada Jumat 18 April 2025 kemarin. Air dan lumpur merah masuk jalan dan rumah dengan ketinggian air antara 10-15 sentimeter.
Dikatakannya, pihak perusahaan beberapa kali menawarkan kompensasi. Namun warga menolaknya karena keinginannya justru pengembangan membenahi saluran air agar tidak banjir.
“Warga enggak mau kompensasi, tapi benahi jalan air supaya enggak banjir, jangan cuma cari keuntungan saja,” tegasnya.***







