Kolaborasi Spektrum Production dan POTADS Jabar Dobrak Stigma Dunia Kerja Disabilitas Melalui Hagya Coffee

HALOJABAR.CO – Di salah satu sudut Jalan Pajajaran, Kota Bandung, sebuah kedai kopi bernama Hagya Coffee and Roastery menawarkan lebih dari sekadar aroma kafein yang memikat. Di balik meja bar, apron dan senyum hangat dan ketelatenan para barista menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menyajikan aneka seduhan kopi yang nikmat.

Hagya Coffee and Roastery merupakan unit usaha di bawah bendera Spektrum Production. Melalui kolaborasi strategis dengan Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) Jawa Barat, Spektrum Production berkomitmen membuka ruang kerja inklusif bagi individu dengan down syndrome.

Owner Spektrum Production, Vica Azizah menyampaikan upayanya tersebut sejak awal tidak hanya dibangun sebagai entitas bisnis.

“Tetapi sebagai ekosistem kreatif yang memiliki dampak sosial,” ujar Vica.

Pihaknya percaya bahwa usaha yang baik bukan hanya menghasilkan profit, tetapi juga membuka peluang. Karena itu, apa yang dilakukan oleh pihaknya mengandeng individu down syndrom ini bukan sekadar simpati. Melainkan, kompetensi kolaborasi yang dimulai dari sebuah visi besar untuk memberikan kesempatan yang setara.

“Kami tidak melihat mereka sebagai disabilitas, tetapi sebagai individu yang telah melalui pelatihan dan siap bekerja secara profesional. Kepercayaan adalah fondasi. Ketika diberi ruang dan sistem yang tepat, mereka mampu menunjukkan performa yang membanggakan,” paparnya.

Sedikitnya saat ini terdapat 6 individu istimewa tersebut yang digandeng di Hagya Coffee. Di mana 3 di antaranya adalah pegawai dan 3 lainnya sedang menjalani masa magang.

Sebelum terjun langsung melayani pelanggan, mereka telah melewati serangkaian pelatihan barista yang diselenggarakan oleh POTADS Jabar. Melihat potensi, kedisiplinan dan semangat belajar yang luar biasa dari peserta dalam pelatihan itu yang membuat pihaknya tak ragu untuk mengadeng individu down syndrom di Hagya Coffee and Roastery.

“Di titik itu kami sadar, yang sering menjadi hambatan bukan kemampuan mereka, tetapi kurangnya ruang dan kepercayaan dari dunia usaha. Hagya hadir untuk menjadi jembatan antara potensi dan kesempatan,” katanya.

Pihaknya ingin publik melihat langsung bahwa kualitas tidak ditentukan oleh stigma. Di Hagya Coffee and Roastery, semua barista digembleng melalui proses pelatihan dan standar operasional yang sama. Selain menerapkan SOP yang jelas, semua pegawai tanpa terkecuali menerapkan sistem kerja terstruktur, serta pendampingan di tahap awal.

“Fokus kami bukan pada keterbatasan, tetapi pada kemampuan dan repetisi latihan. Hasilnya, konsistensi rasa, keramahan pelayanan, dan pengalaman pelanggan tetap terjaga,” ucapnya.