HALOJABAR.CO – Tresia Wulandari, Founder Jeta Eau de Parfume membuktikan bahwa kebutuhan pribadi bisa menjadi mesin penggerak bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan.
Berangkat dari pengalaman sebagai karyawan bergaji UMR yang mendambakan parfum mewah, Tresia kini menakhodai merek parfum lokal yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga terjangkau.
Kebutuhan Personal sebagai Inspirasi Bisnis
Ide mendirikan Jeta Parfum (yang sebelumnya bernama Jetaime Aussi) lahir dari sebuah dilema yakni bagaimana seorang perempuan dengan gaji UMR bisa tetap menikmati lifestyle dengan menggunakan parfum yang elegan, mewah serta berkualitas tanpa menghabiskan kocek yang dalam.
“Dulu, aku adalah seorang karyawan yang gajinya UMR. Tapi pemenuhan gaya hidup perempuan itu pengen dong pakai parfum mewah, parfum bagus. Yang kalau misalnya gaji kita UMR, terus beli parfum dengan harga Rp2-3 juta, habis dong,” ucap Tresia saat ditemui di Lapang Padel Scudetto, Kota Bandung, Sabtu (22/11/2025).
Berangkat dari kebutuhan pribadinya, Tresia menciptakan solusi, sebuah parfum berkualitas tinggi yang tahan lama, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Mengapa Parfum, Bukan Skincare?
Meskipun sempat terpikir untuk memulai bisnis skincare, Tresia memutuskan untuk fokus pada parfum. Alasannya sangat pragmatis dan berbasis risiko.
Pertama karena minim risiko. Parfum memiliki masa kedaluwarsa yang lebih panjang dibandingkan skincare.
Di sisi lain, persaingan skincare yang luar biasa dan kebutuhan pemahaman farmasi mendalam karena produk bersentuhan langsung dengan kulit.
“Karena aku bukan basic dari farmasi, jadi aku nggak mau bikin sesuatu yang memang sama sekali aku tidak tahu di ilmunya. Tapi kalau parfum, karena aku pecinta parfum,” ungkap Tresia.
Rebranding Menuju Jeta agar easy listening
Merek ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 dengan nama Jetaime Aussi (artinya ‘I love you too’). Namun, semangat lokal dan perhatian pada konsumen mendorong perubahan besar.
“Nama Jetaime Aussi itu kan awalnya kiblatnya ke Paris. Tapi karena aku itu sangat concern sama semua kemauan customer. Yang katanya Jetaime Aussi itu susah penyebutan, susah penulisan,” jelas Tresia.
Untuk memudahkan konsumen lokal menghafal dan mencari produk, nama Jetaime Aussi di-rebranding menjadi Jeta, yang merupakan singkatan dari nama sebelumnya. Langkah ini menegaskan komitmen Jeta sebagai parfum lokal yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
Keunggulan Jeta: Tahan Lama dan Harga Rakyat
Keunggulan utama Jeta terletak pada formulasi dan harganya. Produk Jeta adalah Eau de Parfum (EDP), yang dikenal lebih tahan lama.







