Misi Tresia Wulandari, Lewat Jeta Parfum Sajikan Wangi Elegan Tanpa Rogoh Kocek Yang Dalam

Founder Jeta Parfume Tresia Wulandari. (Istimewa)

Jeta Parfum diklaim mampu bertahan 12 jam, bahkan di saat berolahraga. Tresia bahkan menyarankan untuk menyemprotkannya langsung ke sportswear agar tetap percaya diri meski berkeringat.

Salah satu produk best seller-nya disebut memiliki aroma yang mirip dengan merek terkenal dari London, namun Jeta hadir dengan versi yang lebih unggul.

Meskipun hadir dalam kemasan 50 ml yang elegan dan mewah (repackage), Jeta dipasarkan dengan harga di bawah Rp250.000, sangat jauh dibandingkan parfum mewah yang mencapai jutaan rupiah.

Misi Besar: Mendunia dan Membuka Lapangan Kerja

Misi Jeta Parfum saat ini sangat ambisius. Selain ingin berekspansi ke mancanegara seperti Jepang, Korea, dan Eropa secara masif (saat ini sudah ada di Malaysia dan Singapura), Tresia juga memiliki misi sosial.

“Misinya aku itu, ingin membuka lapangan pekerjaan untuk siapapun yang mau gabung dengan tagline bisnis tanpa modal,” tegas Tresia.

Tresia menjamin dukungan penuh, termasuk modal, bagi siapapun yang serius ingin menjadi reseller Jeta, menghilangkan hambatan klasik dalam memulai usaha.

Strategi Modern: Kolaborasi dan Padel

Dalam strategi pemasaran, Jeta Parfum memilih langkah modern. Keterlibatan Jeta dalam event olahraga Padel bukan tanpa alasan.

Tresia melihat Padel sebagai titik temu tiga unsur yang dibutuhkan: Padel, Influencer, dan Entrepreneur.

“Aku gabungkan ketiga unsur tersebut, dengan Padel, exposure orang ke produk aku itu akan langsung catch nih. Dan kenapa influencer? Ya sekarang kan influencer tuh the power of influencer luar biasa banget,” tutup Tresia, menegaskan bahwa Jeta sangat terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas manapun, mulai dari ibu-ibu arisan hingga komunitas olahraga.