Perangi Pengangguran, DPRD Kota Bekasi ingin Industri Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim. (ist)

HALOJABAR.CO – Sebagai salah satu kota penyangga terbesar di sekitar Jakarta, Bekasi dikenal sebagai pusat industri, perdagangan, dan jasa. Kehadiran banyak pabrik dan perusahaan besar semestinya menjadi magnet penyerapan tenaga kerja. Namun, realitasnya angka pengangguran tetap berada di level yang relatif tinggi. Kondisi pengangguran ini sebenarnya mengalami sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya, namun belum signifikan.

Menyikapi fenomena ini DPRD Kota Bekasi mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi untuk memprioritaskan warga lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menanggapi keluhan masyarakat terkait minimnya akses lapangan pekerjaan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri.
Menurut Arif, persoalan ketersediaan lapangan kerja masih menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan warga, khususnya di wilayah yang berdampingan langsung dengan kawasan industri.
“Isu ketersediaan lowongan pekerjaan di pusat-pusat industri yang berdampingan dengan pemukiman kembali mendominasi aspirasi warga,” ungkap Arif.
Ia mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan merupakan persoalan klasik yang hampir selalu muncul dalam setiap kegiatan serap aspirasi.
“Mencari kerja menjadi pertanyaan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Ini menjadi atensi yang paling rutin terjadi,” Arif menambahkan.
Meski demikian, Arif mencatat adanya perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah Bekasi Utara. Sejumlah perusahaan baru dinilai mulai menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan membuka peluang kerja bagi warga setempat.

Ia mencontohkan gudang FamilyMart yang baru beroperasi dan telah menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Selain itu, PT PAS serta beberapa perusahaan lainnya juga disebut telah merekrut banyak tenaga kerja lokal.