Reaktivasi Jalur Kereta Cipatat-Padalarang KBB, Jangan Sampai Matikan Sopir Angkot

Reaktivasi Jalur Kereta
Para sopir angkot di jalur Rajamandala-Padalarang khawatir jika rencana reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang bisa mengurangi pendapatan mereka karena banyak masyarakat beralih ke transportasi kereta api. (Adi Haryanto/HALOJABAR.CO)

Sekarang saja sebelum ada kereta dari Cipatat ke Padalarang, penghasilannya tak menentu akibat mesti bersaing dengan angkutan online dan bus AKDP. Bahkan cenderung terus menipis, padahal setoran yang mesti dibayarkan tak mengenal kata turun.

Sehari biasanya Acup mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Dari pendapatannya itu Rp130 ribu untuk setoran, sisanya dipakai makan, beli BBM, dan dibawa ke rumah. Mau tidak mau, cukup gak cukup, uang itu mesti bisa menutupi kebutuhan harian keluarganya.

Sehingga wajar ada terbersit kekhawatiran jika jalur kereta Cipatat-Padalarang kembali diaktifkan, penghasilannya akan semakin terjun bebas.

“Ongkos angkot dari Padalarang-Rajamandala atau sebaliknya Rp12 ribu per penumpang. Kalau kereta mungkin lebih murah terus gak kejebak macet,” tandasnya.

Seperti diketahui aset jalur kereta peninggalan Belanda yang mati suri kembali akan diaktifkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai 2026. Tercatat ada lima jalur kereta di Jawa Barat yang akan direaktivasi salah satunya Cipatat-Padalarang, yang memiliki panjang 17 kilometer.***