Terganggu Aktivitas TPST Sentiong, SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi Direlokasi

TPST Sentiong Cimahi
Kompleks bangunan SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi yang terganggu dengan aktivitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan rencananya akan direlokasi ke wilayah Cimenteng, Kelurahan Cipageran. (Adi Haryanto/HALOJABAR.CO)

HALOJABAR.CO – Pemkot Cimahi berencana akan merelokasi SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi yang terganggu dengan aktivitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong.

Sejauh ini sudah ada alternatif lahan yang bisa dipergunakan jika keputusan merelokasi SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi jadi dilakukan, yakni ke wilayah Cimenteng, Kelurahan Cipageran.

“Rencananya kita akan relokasi sekolah tersebut ke Pustu Cimenteng, dan itu sudah fix,” kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, Senin 26 Mei 2025.

Dia mengungkapkan, pembangunan ditargetkan akan dimulai tahun 2026 setelah rampungnya Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) di tahun ini.

“DED dan FS diselesaikan di tahun ini di anggaran perubahan 2025. Moga-moga tahun 2026 bisa bangun,” ujarnya.

Diketahui keberadaan TPST Sentiong berdampingan langsung dengan SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi.

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah, Pemkot Cimahi Akan Bangun TPST Baru di Wilayah Selatan

Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Pambudi Dharma Cimahi menjadi terganggu saat mesin-mesin pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong tengah beroperasi.

Selain bau busuk yang kerap tercium menyengat, aktivitas TPST Sentiong juga menimbulkan getaran yang terasa hingga ke ruang-ruang sekolah.

Video yang merekam dampak getaran mesin-mesin TPST Sentiong ke SD Negeri Pambudi Dharma pun sempat viral di media sosial.

Para orang tua siswa SD Negeri Pambudi Dharma pun telah mengutarakan kekhawatiran dampak dari operasional TPST Sentiong. Selain soal kesehatan, getaran mesin di TPST Sentiong dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa para siswa.***