HALOJABAR.CO – Perwakilan Indonesia kembali menorehkan catatan positif dalam The First International Conference on Multidisciplinary Research yang digelar di Universitas Pertahanan Nasional Malaysia, Kuala Lumpur, pada Senin, 22 Desember 2025.
Dalam forum internasional tersebut, tiga perwakilan Indonesia berhasil meraih penghargaan Best Speaker, yang menegaskan kualitas riset dan pemikiran akademik nasional di tingkat global.
Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Direktur PT Martasandy Psychology Indonesia, Billy Martasandy, yang dinilai berhasil menyampaikan perspektif psikologi terapan dengan pendekatan multidisipliner yang kuat.
Paparannya menghubungkan aspek psikologis dengan kebijakan publik, dinamika sosial, dan tantangan global, sehingga mendapat apresiasi dari dewan penilai internasional.
Billy Martasandy menyampaikan bahwa keberhasilan tiga pembicara Indonesia dalam satu forum internasional merupakan refleksi kemajuan riset nasional.
“Penghargaan ini bukan hanya capaian personal, tetapi juga pengakuan bahwa riset dan pemikiran dari Indonesia memiliki relevansi global. Ketika berbagai disiplin ilmu bertemu, solusi yang lahir menjadi lebih utuh dan berdampak,” ujar Billy.
BACA JUGA: Billy Martasandy Hadiri Konferensi Internasional Multidisipliner di Malaysia
Selain Billy, penghargaan Best Speaker juga diraih oleh Rachmawati Novaria Adipoeday, akademisi senior yang dikenal luas dalam bidang ilmu sosial dan kebijakan publik.
Dalam konferensi tersebut, Rachmawati mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Efforts of Female Organic Farmers to Maintain Sustainability of Agricultural Tourism Area.”
Rachmawati Novaria, yang akrab disapa Bu Nova, lahir pada 27 November 1967. Ia telah mengabdikan diri sebagai dosen sejak 1993, dengan pengalaman panjang dalam dunia akademik dan kepemimpinan perguruan tinggi. Nova merupakan mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta saat ini aktif sebagai dosen FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai asesor LAMSPAK, lembaga akreditasi mandiri bidang sosial, politik, administrasi, dan komunikasi.
Dalam paparannya, Bu Nova menyoroti peran strategis perempuan petani organik dalam menjaga keberlanjutan kawasan agrowisata. Penelitian tersebut menekankan bahwa praktik pertanian berkelanjutan tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan ketahanan sosial masyarakat pedesaan. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, gender, dan pariwisata berkelanjutan menjadi kekuatan utama risetnya.







