Viral Warga Penderita Stroke di Sindangkerta KBB Ditandu, Imbas Jalan Rusak

Tandu Warga Sakit Stroke KBB
Tangkap layar warga sedang menandu penderita stroke dengan menggunakan sarung yang dikaitkan ke bambu akibat akses jalan rusak dan terdampak longsor di Sindangkerta, KBB.

HALOJABAR.CO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga yang sakit ditandu dua orang menggunakan kain sarung yang dikaitkan ke bambu viral di media sosial.

Berdasarkan hasil penelusuran peristiwa itu terjadi di Kampung Citiis, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Kamis 17 April 2025 sore.

Kondisi itu terpaksa dilakukan warga karena kondisi jalan di daerah yang berada di kawasan Bandung Barat selatan itu rusak parah. Selain itu karena ada titik jalan yang tertutup longsor hingga mobil tidak bisa masuk.

Padahal warga membutuhkan akses yang cepat untuk mengantar mereka yang sakit guna mendapatkan penanganan medis ke rumah sakit. Namun kerusakan jalan membuat mereka terkendala.

Berdasarkan amatan di video yang viral itu, tampak dua orang pria sedang menggendong warga yang ditutupi sarung. Mereka menempuh jalan cukup menurun rusak dengan kondisi tanah merah dan berbatu.

BACA JUGA: Sidak ke Rumah Sakit, DPRD KBB Dapati Oknum Calo BPJS Kesehatan

“Itu kejadiannya Kamis kemarin karena jalan rusak dan ada longsor jadi ambulans gak bisa masuk,” kata Kepala Desa Wangunsari, Dadang Hermawan saat dikonfirmasi, Selasa 22 April 2025.

Menurutnya warga sakit yang ditandu itu merupakan lansia bernama Eben, warga Citiis, RT 06/06 Desa Wangunsari. Dia mengalami serangan stroke sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin.

Korban harus ditandu dengan berjalan sepanjang 800 meter karena rumah korban tak bisa masuk kendaraan. Rencananya Eben akan berobat ke RSUD Cililin.

Dia mengakui jalan menuju kampung Citiis rusak parah sejak tahun 2020. Jalan sepanjang 4 kilometer itu merupakan aset pemerintah desa yang direncanakan direnovasi tahun 2020.

Hanya saja karena kendala Pandemik Covid-19, anggaran perbaikan jalan dialihkan untuk penanggulangan kesehatan. Selain belum tersentuh perbaikan, jalan itu kerap rusak karena kirmir belum diperbaiki sehingga tatkala hujan air masuk ke badan jalan.

“Akses jalan itu rawan longsor karena tanah labil dan kontur berbukit. Semoga saja di tahun ini ada perbaikan,” harapnya.***