“Saya berharap Bincang Rupawan 2025 tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi gerakan kebangsaan baru — gerakan untuk mencintai negeri melalui ekonomi yang berdaulat dan masyarakat yang berkarakter. Mari kita jaga rupiah sebagai simbol kebanggaan bangsa dan terus kobarkan semangat kepahlawanan di setiap langkah kehidupan,” pungkas Erwan.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali menyampaikan bahwa di era digital, ancaman terhadap kedaulatan bangsa kadang tidak terlihat. Karena itu, generasi muda dapat menjadi pahlawan yang menjaga rupiah sebagai harga diri bangsa.
“Wujudkan kepahlawanan melalui Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta berarti merawat rupiah, mengenal ciri keasliannya, dan menghormatinya. Bangga berarti menggunakan rupiah, mempromosikan karya Indonesia, dan percaya pada potensi bangsa,” ungkapnya
“Sementara Paham berarti memahami fungsi rupiah dalam ekonomi, menggunakan dengan bijak, bertransaksi dengan aman, dan menyadari bahwa stabilitas rupiah adalah stabilitas masa depan kita,” jelas Ricky.
Dalam memperluas literasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, Bank Indonesia Jawa Barat telah melaksanakan 116 kegiatan edukasi dengan total lebih dari 13 ribu peserta. Selain itu, BI Jabar juga memastikan ketersediaan uang layak edar hingga ke pelosok daerah.
“Jika dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, maka hari ini kita berjuang dengan kecerdasan, integritas, inovasi, serta kemampuan menjaga identitas dan martabat bangsa, baik di dunia nyata maupun dunia digital,” tandas Ricky.***







