DPRD Kota Bekasi Inginkan HUT-ke 29 Kota Bekasi Menjadi Momentum Kebangkitan

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi

HALOJABAR.CO – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan refleksi atas perjalanan pembangunan kota sekaligus memperkuat komitmen menuju masa depan yang lebih baik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memandang peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta merumuskan langkah strategis ke depan.
Ketua dan anggota DPRD Kota Bekasi menilai bahwa dalam hampir tiga dekade terakhir, Kota Bekasi telah mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor. Pertumbuhan kawasan permukiman, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi menjadi indikator bahwa kota ini terus bergerak menjadi salah satu pusat pertumbuhan di wilayah penyangga ibu kota.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk merefleksikan kembali arah pembangunan kota. Sinergi yang kuat antara legislatif dan Wali Kota Bekasi diharapkan mampu mengakselerasi berbagai program prioritas daerah.
Menurut Sardi, usia 29 tahun bagi sebuah kota masih tergolong fase yang relatif muda dan produktif. Oleh karena itu, denyut nadi pembangunan Kota Bekasi harus terus diwarnai oleh semangat, energi positif, dan kreativitas tinggi.
​“Kalau melihat dari sisi usia, 29 tahun itu masih enerjik, masih muda-mudanya. Sehingga semangat itu harus tetap dijaga dalam membangun Kota Bekasi,” Sardi Efendi menuturkan.
Lebih jauh, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai bahwa semangat produktif tersebut sangat sejalan dengan visi “Bekasi Keren” yang selama ini digaungkan sebagai identitas pembangunan daerah.
​“Saya memaknai keren itu sebagai kreatif, enerjik, dan responsif. Itu yang harus diimplementasikan,” jelasnya menegaskan.
​Nilai-nilai ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran slogan, melainkan wajib menjadi jati diri dan standar kerja bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Responsivitas dari seluruh aparatur pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat perkotaan yang bergerak cepat. Dengan terinternalisasinya nilai kreatif, enerjik, dan responsif, pelayanan publik diyakini akan semakin optimal.
“Nilai kreatif, enerjik, dan responsif itu harus menjadi jati diri aparatur pemerintahan daerah dalam mengelola pemerintahan Kota Bekasi,” tandas Sardi.
​Sebagai penutup, Sardi Efendi mengemukakan bahwa acara perayaan HUT ke-29 Kota Bekasi tidak boleh sekadar menjadi rutinitas dan seremoni tahunan yang berlalu begitu saja.
​Momen ini harus dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk terus memperkuat komitmen pembangunan kota yang lebih adaptif, berdaya saing, dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelayanan publik.
Pemerataan pembangunan dan kemudahan akses layanan diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah kecamatan padat penduduk seperti Medansatria, Rawalumbu, Pondokgede, hingga Pondokmelati. Kota Bekasi dituntut untuk terus berkembang menjadi daerah yang matang secara kelembagaan dan inovatif dalam menghadirkan solusi atas permasalahan tata kota.