Antisipasi Bencana Banjir di Rawalumbu , DPRD Kota Bekasi Inginkan Solusi Terpadu

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Oloan Nababan, SE

HALOJABAR.CO — Banjir hingga kini masih menjadi persoalan klasik yang terus menghantui Kota Bekasi. Setiap musim hujan tiba, sejumlah wilayah kerap terendam akibat meluapnya sungai, buruknya sistem drainase, serta tingginya intensitas curah hujan.
Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan turap, hingga perbaikan drainase di sejumlah titik. Bahkan, rencana pembangunan tanggul dan kolam retensi terus didorong sebagai solusi jangka panjang.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi juga turut mendorong agar penanganan banjir menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran daerah. DPRD menilai bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya bersifat sementara atau tambal sulam.
Beberapa wilayah yang kerap terdampak banjir antara lain daerah bantaran sungai dan kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal. Luapan Kali Bekasi menjadi salah satu penyebab utama banjir, terutama saat debit air meningkat akibat kiriman dari wilayah hulu.
Salah satu yang masih menjadi daerah langganan banjir di kota Bekasi adalah kecamatan Rawalumbu. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Oloan Nababan, memaparkan sejumlah langkah kongkret yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam menyikapi persoalan banjir, khususnya di kawasan Kecamatan Rawalumbu. Ia menyampaikan, penanganan genangan air di Rawalumbu sangat kompleks dan memerlukan solusi lintas wilayah.
Terlebih lagi, pembersihan saluran lokal tidak akan efektif jika terjadi penyempitan di wilayah hilir, termasuk area yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.
“Permasalahan banjir ini sudah sangat kompleks. Jika hilirnya tersumbat atau terjadi penyempitan, pengerukan saluran di sini saja tidak akan menjadi jawaban tuntas,” ungkap Oloan Nababan
Dirinya berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penanganan banjir.
“Diperlukan fasilitasi dari tingkat provinsi untuk sinkronisasi antar pemerintah daerah,” ujar anggota Fraksi PDIP Kota Bekasi tersebut.
Selain itu, Oloan mendorong percepatan pembangunan kolam retensi atau polder di RW 04 Rawalumbu sebagai tempat penampungan air sementara sebelum dialirkan ke hilir. Namun, proyek ini masih terhambat proses pembebasan lahan karena anggaran diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak lainnya.
“Pembuatan polder sangat perlu untuk mengurangi debit air. Saat ini tahapannya baru sampai penetapan lokasi; selanjutnya kita dorong pembebasan lahan agar anggaran pelaksanaan bisa segera dihitung secara presisi oleh konsultan dan dinas teknis,” Pungkasnya