DPRD Kota Bekasi Soroti Fenomena Urbanisasi Paska Mudik Lebaran

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi

HALOJABAR.CO — Arus urbanisasi paska momen lebaran kembali menjadi perhatian serius di Kota Bekasi. Setiap tahun, momen setelah Hari Raya Idulfitri kerap diikuti dengan meningkatnya jumlah pendatang baru yang datang untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di kawasan penyangga ibu kota tersebut.

Fenomena ini dinilai membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, bertambahnya jumlah penduduk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun di sisi lain, lonjakan penduduk yang tidak terkendali berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial baru.

DPRD Kota Bekasi menyoroti pentingnya langkah antisipatif dari Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadapi arus pendatang pascaleBaran. Tanpa pengelolaan yang baik, peningkatan jumlah penduduk dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, hingga potensi kriminalitas.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, mengingatkan bahwa lonjakan pendatang tanpa persiapan yang matang dapat meningkatkan risiko pengangguran hingga berbagai masalah sosial di wilayah perkotaan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah hingga tingkat lingkungan seperti RT dan RW.
“Kalau hanya bermodal nekat, dikhawatirkan akan memicu persoalan sosial baru,” ungkap Ahmadi.

Ahmadi menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang kerap muncul dari fenomena ini adalah meningkatnya jumlah pencari kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Bekasi.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu masalah lain seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga meningkatnya angka kriminalitas jika tidak dikelola dengan baik.

Ahmadi menegaskan pentingnya kesiapan pendatang sebelum memutuskan datang ke Bekasi, terutama dalam hal keterampilan kerja dan kelengkapan administrasi kependudukan.
Menurutnya, dokumen kependudukan sangat penting karena berkaitan langsung dengan akses terhadap layanan publik serta berbagai fasilitas pemerintah.

Selain itu, keberadaan keluarga atau relasi di daerah tujuan juga menjadi faktor penting untuk membantu proses adaptasi pendatang di lingkungan baru.
“RT/RW harus mendata dan melaporkan. Minimal kita punya data jika terjadi sesuatu,” pungkasnya.