Percepat Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu, KBB Berlakukan Status Darurat Bencana

Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, mengatakan penetapan status darurat bencana

HALOJABAR.CO — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa tanah longsor dahsyat yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1). Langkah cepat ini diambil oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, dengan mempertimbangkan besarnya jumlah korban terdampak serta luasnya area yang hancur diterjang material longsor. Melalui penetapan status darurat ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat seluruh proses penanganan di lapangan, mulai dari operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan bagi korban luka, hingga pendistribusian bantuan logistik secara masif bagi warga yang terdampak. Selain itu, dari sisi penganggaran, status ini memberikan fleksibilitas bagi pemerintah daerah untuk segera mencairkan dan menggunakan skema dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang bersumber dari APBD guna mendukung kebutuhan darurat.

 

​Bencana yang terjadi saat sebagian besar warga sedang tertidur ini menyisakan dampak yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.50 WIB, tercatat sebanyak 113 orang dilaporkan hilang dan terdampak dalam peristiwa memilukan tersebut. Dari total jumlah tersebut, baru 21 orang yang ditemukan dalam kondisi selamat dan 8 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 82 warga lainnya masih dinyatakan hilang. Proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung sangat dramatis karena material berupa tanah, lumpur, batu, hingga pohon tumbang langsung menerjang dua kampung sekaligus, mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat dan tertimbun sepenuhnya. Beberapa warga yang selamat mengaku berhasil meloloskan diri dari kepungan material longsor hanya beberapa saat sebelum rumah mereka rata dengan tanah.

​Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat masih terus berjuang melakukan upaya pencarian di area reruntuhan. Operasi kemanusiaan ini menghadapi tantangan yang sangat besar di lapangan lantaran terkendala oleh medan yang berat serta adanya ancaman nyata berupa potensi longsor susulan. Menyikapi situasi kritis ini, Pemerintah Daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Peringatan ini disampaikan mengingat musim penghujan masih berlangsung di sejumlah wilayah rawan, yang memicu tingginya curah hujan dan membuat kondisi struktur tanah menjadi sangat labil serta mudah bergerak. Pemerintah menekankan bahwa peran aktif masyarakat dalam mitigasi dan deteksi dini sangat krusial demi mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.