HALOJABAR.CO – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat resmi menggelar sosialisasi program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun.
Hal ini sebagai langkah nyata menjamin setiap anak mendapat hak pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah.
Kegiatan yang berlangsung dua hari satu malam di Lembang ini dihadiri 150 peserta dari unsur PKK Bunda PAUD Dharma Wanita hingga perwakilan organisasi masyarakat yang nantinya akan turun langsung menyebarkan pemahaman ke desa dan kelurahan.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 195 anak putus sekolah di jenjang SD pada tahun ajaran 2024/2025. Angka tersebut diikuti 19 anak di jenjang SMP 28 anak di SMA 39 anak di SMK dan 12 anak di SLB.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik KBB Makhatir Muhammad menyatakan kehadiran para peserta menjadi kunci utama mengubah data tersebut menjadi perbaikan nyata di lapangan.
“Kehadiran mereka diharapkan menjadi penggerak utama penyebaran informasi dan pelaksanaan program hingga ke tingkat desa dan kelurahan” kata Makhatir di sela kegiatan Kamis 3 September 2026.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud gerakan bersama agar tidak ada anak di Kabupaten Bandung Barat yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bandung Barat” jelasnya.
Makhatir menegaskan program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah melainkan gerakan seluruh masyarakat. Para peserta akan menjadi agen penggerak yang mendorong peran aktif Bunda PAUD serta memperkuat kerja sama antara sekolah pemerintah desa kecamatan dan warga.
Pihaknya menargetkan setiap peserta mampu mengajak keluarga dan lingkungan sekitar agar lebih memperhatikan pendidikan anak sejak dini dan memastikan proses belajar tidak terputus di tengah jalan.
“Sementara TP PKK dan ormas turut membantu menyebarluaskan informasi serta meningkatkan kesadaran orang tua agar anak-anak dapat menempuh pendidikan secara berkelanjutan” ucapnya.
“Kami berharap kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan ini dapat menjadikan program tersebut bukan hanya milik pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab dan gerakan seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat” tandasnya. Diskominfotik KBB






