Inovasi UNNES: Gandeng BPBD Kota Tegal Edukasi Bencana Lewat Seni Musik

UNNES menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal untuk mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai pentingnya keselamatan diri saat menghadapi situasi darurat.

​HALOJABAR.CO — Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pengembangan strategi pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Melalui penelitian bertajuk “Strategi Pembelajaran Seni Musik Berbasis Fun Learning sebagai Pendekatan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana untuk Optimalisasi Kesiapsiagaan Siswa SD Kota Tegal,” UNNES menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal untuk mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai pentingnya keselamatan diri saat menghadapi situasi darurat.

​Program edukasi kebencanaan ini dilaksanakan secara kolaboratif di dua sekolah, yakni MI Nurul Huda 2 Keturen dan SDN Tegalsari 13 Kota Tegal. Kegiatan ini didanai langsung oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNNES dengan menyasar para siswa sekolah dasar agar memiliki pemahaman dasar terkait jenis bencana, prosedur evakuasi, serta langkah-langkah penyelamatan diri.

Tim peneliti yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd., dosen Seni Musik PGSD UNNES, serta Dr. Indriana Eko Armaidi, S.Pd., M.Pd., dosen Pascasarjana UNNES. Tim menggabungkan unsur lagu, irama, dan aktivitas musikal interaktif agar materi mitigasi bencana dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan oleh siswa.

UNNES menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal untuk mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai pentingnya keselamatan diri saat menghadapi situasi darurat.

​”Melalui pendekatan fun learning berbasis seni musik ini, kami ingin materi kebencanaan tidak lagi terkesan menakutkan atau rumit bagi anak-anak. Lagu dan irama menjadi media yang sangat efektif agar prosedur keselamatan serta langkah evakuasi lebih cepat dipahami dan diingat oleh siswa sekolah dasar,” ujar Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.

​Dukungan penuh turut diberikan oleh BPBD Kota Tegal yang hadir memandu penyampaian materi teknis kebencanaan sekaligus memimpin simulasi evakuasi gempa bumi secara langsung di lapangan.

​”Sinergi antara akademisi dan praktisi seperti ini sangat krusial. Kami tidak hanya memberikan teori pengenalan bencana, tetapi juga melatih kesiapsiagaan siswa melalui simulasi evakuasi gempa bumi agar mereka tahu persis apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat,” ungkap perwakilan tim BPBD Kota Tegal di sela-sela kegiatan.

​Melalui pelaksanaan program ini, UNNES berharap strategi pembelajaran seni musik berbasis fun learning dapat menjadi model alternatif yang berkelanjutan dalam pendidikan pengurangan risiko bencana. Kolaborasi harmonis antara perguruan tinggi, BPBD, dan satuan pendidikan ini diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana yang kuat sejak usia dini.