
HALOJABAR.CO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengungkapkan kebutuhan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp300 miliar per tahun, untuk menuntaskan persoalan jalan rusak di berbagai wilayahnya. Besarnya kebutuhan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas infrastruktur demi menunjang mobilitas masyarakat serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memang masih membutuhkan penanganan serius, mulai dari perbaikan ringan hingga rekonstruksi total akibat tingginya intensitas kendaraan, faktor cuaca, dan usia jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB, Aan Sopian, mengakui bahwa alokasi murni 7,5 persen yang diinstruksikan Gubernur Dedi Mulyadi khusus untuk infrastruktur masih menjadi beban berat bagi kas daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus membagi prioritas secara bijak dengan sektor penting lainnya. Untuk tahun 2026 ini, Pemkab Bandung Barat baru bisa memfokuskan anggaran sebesar Rp102 miliar khusus untuk penanganan jalan kabupaten.

Menurut perhitungan cetak biru DPUTR, angka Rp300 miliar merupakan pagu ideal agar seluruh jalan kabupaten bisa selesai diperbaiki dalam satu periode kepemimpinan bupati selama lima tahun. “Pagu ideal itu normatif. Kalau setiap tahun tersedia dana sebesar itu, dipastikan dalam lima tahun semua jalan di KBB akan lecir dan tuntas,” ungkap Aan Sopian saat menjelaskan proyeksi jangka panjang tersebut.
Meskipun belum menyentuh angka ideal Rp300 miliar, serapan anggaran sebesar Rp102 miliar pada tahun 2026 ini sebenarnya merupakan sebuah lonjakan besar. Nilai tersebut naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka Rp60 miliar. Kenaikan signifikan ini dinilai sebagai bukti konkret dari keseriusan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam memprioritaskan pembangunan fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Aan Sopian menegaskan bahwa dinamika anggaran ini tidak akan menyurutkan langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik. “Penambahan anggaran yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa perhatian Bupati terhadap infrastruktur benar-benar nyata. Kita berusaha maksimalkan apa yang ada untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” ucapnya optimis.
Ke depan, alokasi dana yang ada akan difokuskan pada perbaikan jalan utama, jalan penghubung antarwilayah, serta jalur-jalur akses menuju kawasan produktif masyarakat. Melalui langkah taktis ini, Pemkab Bandung Barat berharap urat nadi perekonomian warga dapat berjalan lebih lancar. Di sisi lain, pemerintah juga mengajak masyarakat luas untuk ikut menjaga aset publik ini, mulai dari tertib mematuhi batas muatan kendaraan hingga aktif melaporkan titik-titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan demi kenyamanan bersama.






