Job Fair Bandung Barat Buka Peluang Kerja Dalam dan Luar Negeri Serta Kesetaraan Bagi Disabilitas

Disnaker KBB berkolaborasi dengan PLN JBT UPP Cisokan menggelar job fair yang menghubungkan pencari kerja dengan sebanyak 20 perusahaan dalam negeri serta 10 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang telah berizin. Foto/Istimewa

HALOJABAR.CO – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat menggelar Job Fair penempatan tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri.

Event ini juga sekaligus membuka akses kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini digelar khusus untuk menjawab tingginya permintaan lapangan kerja di wilayah pedesaan termasuk Kecamatan Rongga.

Kolaborasi dengan PLN JBT UPP Cisokan menjadikan acara ini bukan sekadar pameran daftar lowongan melainkan jembatan terpadu yang menghubungkan pencari kerja dengan peluang nyata dan terjamin keamanannya.

Sebanyak 20 perusahaan dalam negeri serta 10 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang telah berizin turut serta membuka akses bagi calon pekerja berusia 18 hingga 35 tahun.

Asisten Manajer Pertanahan dan Komunikasi PLN JBT UPP Cisokan Seto Andi Setiawan menyampaikan peserta berhak memperoleh informasi lengkap mulai dari persyaratan hingga lokasi penempatan.

Seluruh penempatan ke luar negeri dilakukan melalui lembaga yang sah sehingga risiko penempatan ilegal dapat dicegah sejak awal.

“Job Fair ini hadir bukan sekadar ajang kumpul lowongan, namun sebagai jembatan terpadu yang menghubungkan pencari kerja dengan peluang yang nyata dan terjamin keamanannya” ujar Seto pada Jumat 28 Agustus 2026.

“Peserta tidak hanya melihat daftar lowongan, tetapi berhak memperoleh informasi lengkap mulai dari persyaratan tahapan seleksi hingga lokasi penempatan. Termasuk penempatan ke luar negeri yang seluruhnya dilakukan melalui P3MI yang telah berizin resmi sehingga risiko penempatan ilegal dapat ditekan sejak awal” katanya.

Penyandang disabilitas juga mendapatkan perlakuan khusus dan setara mencakup akses informasi pencocokan kompetensi asesmen awal hingga penyediaan tempat yang layak di lokasi acara.

Sesi edukasi menyeluruh tentang legalitas lembaga penempatan dokumen perjanjian kerja serta kanal pengaduan juga disiapkan sebagai perlindungan utama bagi calon pekerja yang kerap rentan terhadap penipuan.

“Selain itu ada juga sesi edukasi menyeluruh mengenai legalitas P3MI kelengkapan dokumen ketentuan visa kerja isi perjanjian kerja risiko penempatan serta kanal pengaduan yang dapat diakses jika terjadi pelanggaran” ucapnya.

“Hal ini menjadi perlindungan penting terutama bagi calon pekerja migran yang kerap rentan terhadap praktik penempatan tidak resmi dan penipuan” tambahnya.

Seto menegaskan kehadiran pihaknya di wilayah tidak hanya membangun jaringan listrik semata melainkan juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar.

Keberhasilan acara ini tidak diukur dari ramainya pengunjung melainkan dari berapa banyak peserta yang benar-benar diterima bekerja.