HALOJABAR.CO – Petugas Satreskrim Polres Cimahi menangkap seorang dokter gadungan yang menipu korbannya hingga belasan juta rupiah.
Dokter gadungan ditangkap anggota Polres Cimahi itu, diketahui profesi aslinya adalah seorang mekanik bengkel. Pelatih merupakan warga asal Jawa Tengah dan berhasil memperdayai dua korbannya hingga berhasil meraup uang total Rp10 juta yang dipakai untuk kepentingan pribadi.
Dalam melakukan pelaku berinisial WA itu mengaku sebagai dokter ortopedi dan sedang magang di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Dia memakai nama palsu dr. Damar Mangkuluhur Sardjito.
“Pelaku ini mengaku sebagai dokter magang di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. untuk meyakinkan para korbannya, pelaku WS juga menggunakan atribut kedokteran palsu yang dibuatnya sendiri,” kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto dalam gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin 6 Desember 2025.
Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan korban terhadap pelaku WS usai melakukan pengecekan di salah satu rumah sakit yang diakui pelaku sebagai tempat magangnya.
Namun setelah dicek oleh korban di rumah sakit tersebut ternyata tidak ada nama pelaku. Kemudian korban yang curiga meminta pendampingan dari Polres Cimahi untuk mencari pelaku.
Pada 3 Januari 2025, setelah mendapatkan pengaduan dari korban jajaran Satreskrim Polres Cimahi mengamankan pelaku di sebuah toko modern di depan sebuah rumah sakit di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
BACA JUGA: Polres Cimahi Ubah Ratusan Knalpot Brong Hasil Razia Jadi Monumen Keselamatan Lalu Lintas
“Kurang dari 5 jam mendapatkan laporan, kami mendapatkan pelaku di sebuah Alfamart di wilayah Melong,” ucap Tri.
Tri menyebutkan kepada para korbannya, pelaku mengaku sebagai mahasiswa kedokteran yang sedang magang untuk praktik ortopedi. Modusnya mencari sasaran dari media sosial, seperti aplikasi Tinder dan lainnya yang pelaku masuki.
Sejauh ini, lanjut Tri, baru dua korban yang sudah melapor. Pelaku ini mengelabui korbannya dengan pendekatan bujuk rayu agar korban memberikan bantuan dengan mengirimkan uang.
“Modusnya untuk memperkaya diri sendiri, caranya dengan berpura-pura butuh uang uang untuk bayar sertifikat dan keperluan magang lainnya. Dari dua korban yang kami data, pelaku sudah mengambil keuntungan sebesar Rp10 juta lebih,” sebutnya.
Kendati pelaku sudah pihaknya amankan, ungkap Tri, namun tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang tertipu dengan nama dr. Damar Mangkuluhur Sardjito ini.
Pelaku ini kerap menggunakan foto profil dokter. Bahkan, pelaku juga membuat KTP palsu, id card palsu hingga rekening atau ATM palsu. Pelaku menyasar semua perempuan lantaran salah satu aplikasi kencan kebanyakan anggotanya perempuan.







