Seriale Indonesia 2026 kian berwarna dengan hadirnya serial-serial terpilih dari Spanyol, hasil kerja sama dengan Kedutaan Besar Spanyol.
Bagi Matthias, kolaborasi lintas negara bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama bagi ekosistem perfilman. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang dialog sekaligus memperluas jangkauan jejaring para sineas Indonesia di kancah dunia.
BACA JUGA: Kepercayaan Publik Meningkat, Layanan Standardisasi BSN Sumbang Surplus PNBP hingga 120 Persen
“Gagasan utama festival ini adalah menghubungkan para pembuat film dari Indonesia dengan para sineas dari Jerman maupun negara-negara lain, sehingga tercipta jaringan internasional yang kuat dalam industri perfilman dan produksi serial,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Kedubes Jerman di Jakarta, Oliver Sperling, menilai festival budaya seperti Seriale Indonesia memegang peranan strategis dalam mempertemukan masyarakat dunia lewat karya audiovisual.
Sperling menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Jerman tak cuma bertumpu pada jalur diplomasi formal. Menurutnya, fondasi hubungan kedua negara justru makin kokoh berkat interaksi antarmasyarakat yang dibangun melalui berbagai proyek kebudayaan.
Direktur die Seriale Jerman, Csongor Dobrotka, mengungkapkan bahwa festival yang dipimpinnya telah membangun kemitraan strategis dengan Seriesland Bilbao selama lebih dari satu dekade.
Dobrotka menjelaskan, sinergi jangka panjang tersebut mencakup pertukaran karya, berbagi pengalaman tata kelola festival, hingga pembukaan akses dan peluang baru bagi para kreator serial untuk berkembang.
“Selama 11 tahun terakhir kami memiliki hubungan pertukaran yang sangat baik. Kami saling bertukar serial yang diputar di masing-masing festival sekaligus bekerja sama dalam penyelenggaraan festival kami,” ujarnya.***






