“Stabilitas ekonomi juga terjaga baik dengan inflasi daerah di angka 2,13 persen, serta penurunan rasio gini menjadi 0,364 yang menandakan pemerataan pendapatan semakin membaik,” klaimnya.
Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun meningkat menjadi 71,65 poin, mencerminkan kemajuan nyata dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat.
“Di sektor fisik, pemerintah daerah telah menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer, sehingga persentase kondisi jalan mantap naik menjadi 78,80 persen dan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya,” bebernya.
Keberhasilan juga tercatat dalam aspek tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kabupaten Bandung Barat kembali mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, serta meraih penilaian Sistem Merit kategori “Sangat Baik” yang menunjukkan manajemen aparatur berbasis kompetensi dan kinerja yang semakin matang.
“Penguatan integritas terus dijalin melalui kerja sama pencegahan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Monitoring Center for Prevention (MCP), yang mencakup pembenahan tata kelola, pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, hingga peningkatan integritas seluruh aparatur,” ucapnya.
Meski beragam indikator pembangunan menunjukkan hasil positif yang menggembirakan, Jeje menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri atau terlena dalam kenyamanan capaian. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan laju pertumbuhan ekonomi mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas, sehingga berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan.
“Kami menerima kritik sebagai energi perbaikan, masukan sebagai bahan evaluasi, dan aspirasi masyarakat sebagai amanah yang wajib diperjuangkan,” ucapnya.
Memasuki usia ke-19, Jeje menilai fondasi pembangunan yang telah terbangun cukup kokoh, namun daerah harus segera melangkah ke fase baru yang berorientasi pada peningkatan daya saing yang unggul.
“Terdapat tiga agenda besar strategis yang disiapkan untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045: pertama, membangun sumber daya manusia yang berkarakter, unggul, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Kedua, memperkuat transformasi ekonomi yang berbasis potensi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata, pertanian, industri kreatif, serta ekonomi masa depan yang berkelanjutan.
“Ketiga, meneguhkan tata kelola pemerintahan yang amanah, transparan, adaptif terhadap perubahan zaman, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat,” imbuhnya.






