Operasi Tulang Belakang di RS Premier Bintaro Lebih Efisien dan Aman dengan Teknologi ROBBIN

Masa Pemulihan Pasien Lebih Cepat dengan Penggunaan Teknologi Robotic Navigation Spine Surgery

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (kiri) saat memaparkan keunggulan teknologi ROBBIN yang digunakan RS Premier Bintaro dalam acara Media Gathering di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Kamis, 17 September 2026.

HALOJABAR.CO – Penggunaan teknologi Robotic Navigation Spine Surgery di RS Premier Bintaro yang diberi nama ROBBIN (Robot Bintaro) menjadi langkah penting dalam perkembangan dunia medis di Indonesia.

ROBBIN merupakan terobosan dalam operasi atau bedah berbasis penggunaan sistem robotik dan navigasi digital untuk menangani beragam gangguan tulang belakang secara presisi.

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine), menjelaskan, ROBBIN membantu dokter untuk menempatkan posisi pen atau implant (pedical screw) secara akurat.

Prosedur diawali dengan pemetaan pada sistem robot untuk menentukan arah serta posisi implan secara akurat. Sistem navigasi robotik kemudian memetakan anatomi pasien dan titik pemasangan implan, memungkinkan penempatan pen secara presisi hingga tingkat akurasi 99 persen.

BACA JUGA: BPR Kota Bandung Resmi Berubah Jadi Perseroda, Momentum Dorong Kinerja dan Pelayanan

Asrafi Rizki Gatam mengatakan, ROBBIN tak hanya membantu para dokter saat melakukan bedah tulang, juga mempercepat waktu masa recovery setelah operasi. Sebab, tindakan operasi tulang belakang pada pasien dilakukan tanpa melakukan sayatan terbuka.

“Robotic Navigation Spine Surgery di rumah sakit kami telah terintegrasi dengan CT scan 256 slices, C-Arm dan didukung teknologi MRI 3 Tesla,” kata Asrafi Rizki Gatam dalam Media Gathering di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Kamis, 17 September 2026..

Penerapan teknologi robotik dan navigasi ini, kata Asrafi Rizki, terbukti memangkas durasi prosedur operasi tulang belakang secara signifikan.

“Sebelumnya tindakan tertentu, dapat berlangsung hingga sekitar delapan jam. Tapi, dengan bantuan Teknologi ROBBIN, durasinya dapat dipersingkat menjadi sekitar dua jam,” jelasnya.

Asrafi Rizki menegaskan teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu pembedahan, bukan menggantikan peran dokter.

“Dokter tetap menentukan perencanaan dan menjalankan tindakan medis. Sedangkan Sistem Robotik, membantu meningkatkan ketepatan navigasi selama prosedur berlangsung,” imbuhnya lagi.

BACA JUGA: Pansus 16 Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu, RDF Dinilai Harus Berskala Regional

“Dokter tetap menentukan perencanaan dan menjalankan tindakan medis. Sedangkan Sistem Robotik, membantu meningkatkan ketepatan navigasi selama prosedur berlangsung,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Marketing Manager RS Premier Bintaro, Chintami Handayani Passat, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut telah mengantongi akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI) sebagai bukti pemenuhan standar keselamatan pasien dan layanan global.