Satu Dekade Kabaret PKD X: Pelopor Teater Dakwah Kontemporer Trilogy Production Angkat Isu Toxic Parenting

pertunjukan Kabaret PKD X (Pagelaran Kabaret Dakwah 10) bertajuk "The Toxic Parent".

HALOJABAR.CO – Ruang seni pertunjukan Kota Bandung kembali bergelora melalui karya masterpiece terbaru dari salah satu kolektif kreatif legendaris kota ini. Trilogi Production sukses menggelar pertunjukan Kabaret PKD X (Pagelaran Kabaret Dakwah 10) bertajuk “The Toxic Parent”.

Pertunjukan yang berlangsung selama tiga hari pada 21, 22, dan 31 Oktober 2026 di Teater Tertutup UPTD Dago Tea House ini secara berani mengangkat topik hangat mengenai pola asuh orang tua yang beracun (toxic parenting). Sebagai kolektif seni yang berdiri sejak 17 Juni 1994 di Kota Bandung di bawah pimpinan Kang Denny Pratana, S.H., Trilogy Production dikenal luas sebagai pelopor yang memadukan tiga pilar utama: kaidah seni teater, konten dakwah Islami, dan hiburan (entertainment). Karya khas mereka selalu sukses menyajikan perpaduan seni peran, musik, gerak, dan pesan edukatif-religi dengan alur cerita yang kekinian dan dekat dengan anak muda.
Keunikan dari kabaret Trilogy ini terletak pada kolaborasi para pemainnya yang merupakan gabungan siswa dan siswi dari beberapa sekolah di Kota Bandung.
Intensitas latihan yang panjang di balik layar sukses dikomandoi dan diarahkan oleh Benaya Putra Cahaya dan Rizky Ilhami yang bertindak sebagai koordinator latihan.

pertunjukan Kabaret PKD X (Pagelaran Kabaret Dakwah 10) bertajuk “The Toxic Parent”.

Eksekusi teknis dan kelancaran alur pertunjukan di atas panggung yang dinamis juga berjalan mulus berkat tangan dingin Abang Yudhi yang bertindak sebagai Stage Manager.
Di setiap pementasan, panggung PKD selalu diwarnai oleh apresiasi atas dedikasi para talenta mudanya. Pada malam puncak kemarin, Trilogy Production memberikan penghargaan khusus kepada para aktor dan kru berbakat. Penghargaan Aktor Terbaik diraih oleh Razqa Muhammad Javiero, sedangkan gelar Aktris Terbaik sekaligus Penghargaan Khusus Melati berhasil disabet oleh Aletta Sumirat Teja Pramesti.
Apresiasi juga diberikan kepada Raditya Pratama sebagai Peran Pendukung Pria Terbaik, Kirana Jahira Putri sebagai Peran Pendukung Wanita Terbaik, serta Puspita Anggraeni yang membawa pulang piala Penjiwaan Peran Terbaik. Sementara itu, Penghargaan The Rising Star dianugerahkan kepada Ansyaka, Fadly Muhammad, dan Muhammad Riflan, disusul oleh Benaya Putra Cahaya yang dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Korlatgab Terbaik.
Kesuksesan besar ini tidak lepas dari visi Denny Pratana selaku CEO Trilogy Production sekaligus Sutradara dalam pementasan ini. Denny berhasil meramu naskah dan mengarahkan para aktor remaja lintas sekolah tersebut untuk menyampaikan kompleksitas isu toxic parenting agar mudah dicerna tanpa kehilangan esensi edukasi mental dan dakwahnya.